HeadlinePolemik

Tak Indahkan Teguran, Pemilik Mall Rongsokan Makin Bandel

Limo | jurnaldepok.id
Kuasa hukum salah satu pihak berperkara atas lahan seluas 3.000 meter persegi di RT 10/01, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Jamalludin meminta kepada aparatur pemerintahan di Kantor Kelurahan dan Kecamatan untuk tidak menerbitkan rekomendasi perijinan terhadap pembangunan Mall Rongsokan didepan Kantor Kecamatan Limo, pasalnya hingga saat itu permasalahan tanah yang sedang dibangun masih dalam proses hukum.

“Kami berharap Kantor Kelurahan dan Kantor Kecamatan tidak menerbitkan rekomendasi perijinan untuk bangunan Mall Rongsokan itu, karena sebelumnya kami sudah menyampaikan bahwa lahan yang dibangun sedang dalam proses hukum sehingga tidak ada pihak yang bisa mengoptimalkan tanah tersebut sebelum ada putusan inkrah lembaga peradilan atau hasil musyawarah mufakat dari para pihak bersengketa,” ujar Jamal kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ditegaskan Jamal, dirinya akan melaporkan ke polisi bilamana ada pihak yang berani menerbitkan rekomendasi perijinan terhadap bangunan Mall Rongsokan di depan Kantor Kecamatan Limo.

“Kami akan melakukan upaya hukum jika ada pihak pihak yang membantu memudah proses penerbitan perijinan tanah yang digunakan dalam proses hukum,” tandasnya.

Jamal juga menyesalkan sikap nekat yang ditunjukan oleh pemilik bangunan Mall Rongsokan melanjutkan proses pekerjaan pembangunan pasalnya kata dia selama belum ada kesepakatan antara kedua pihak bersengketa maka tidak boleh ada kegiatan apapun.

Terpisah, Camat Limo, Sudadih mengatakan akan bertindak profesional dalam menyikapi permasalahan bangunan Mall Rongsokan di depan Kantor Kecamatan Limo.

“Kami berharap kisruh masalah bangunan didepan Kantor Kecamatan bisa diselesaikan sebagaimana mestinya, kami mengimbau kepada pemilik bangunan untuk tidak melanjutkan pembangunan terlebih dahulu sebelum masalah lahan terselesaikan, bukankah Satpol PP sudah dua kali menyetop proses pekerjaan dengan harapan tidak ada kisruh fisik dilokasi antara kedua belah pihak bersengketa,” tutup Sudadih. n Asti Ediawan

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button