HeadlineKesehatan

Rentan Stres jika Tidak Terpilih, RSUD Sawangan Siap Tangani Caleg Gagal

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kesehatan telah mempersiapkan langkah untuk memberikan pendampingan mental dan psikologis bagi calon anggota legislatif yang gagal dalam Pemilu 2024 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota, Mary Liziawati mengatakan, sejauh ini yang sudah siap untuk menampung adalah Rumah Sakit Umum Daerah Khidmat Sehat Afiat atau RSUD KiSA, di Sawangan, Depok.

“Yang sudah siap ada spesialis kedokteran jiwa atau psikiater itu kan di RSUD KiSA, itu bisa menjadi rujukan, disitu ada poli psikiater atau poli jiwanya,” katanya.

Mary menambahkan, untuk sementara RSUD KiSA hanya bisa menangani konsultasi atau penanganan awal.

“Untuk dirawat belum, kalau ada yang membutuhkan perawatan kami rujuk. Ini (RSUD KiSA) hanya untuk konsultasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika misalnya ada indikasi perlu dirawat harus dirujuk karena fasilitas untuk rawat inap kasus jiwa di RS KiSA belum ada.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok telah mengesahkan 769 Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) yang dinyatakan lolos menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) untuk mengikuti Pemilihan Umum pada Februari 2024.

Hal itu diputuskan KPU Provinsi Jawa Barat setelah menggelar rapat pleno Daftar Caleg Tetap (DCT) secara online dengan pengurus Partai Politik di Kota Depok. Rapat pleno dilakukan secara online tanpa komisioner KPU Kota Depok yang saat ini pesertanya harus mengikuti seleksi ulang dari KPU RI.

Dalam penetapan DCT itu, terdapat dua nama Bacaleg asal Kota Depok yang dicoret atau gagal melaju dalam Pemilihan Umum.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Jawa Barat, Adie Saputro mengatakan, rapat pleno itu menetapkan DCT yang akan berebut kursi DPRD Kota Depok sebanyak 769 Caleg.

“769 caleg terdiri dari 471 Caleg laki-laki dan 298 Caleg perempuan. Sementara ada dua nama yang tidak lolos atau dicoret. Tidak ada masalah berarti yang didapati oleh kami dari KPU Provinsi Jawa Barat dalam menetapkan DCT untuk DPRD Kota Depok,” jelasnya.

Ia berdalih, hal itu dikarenakan berbagai tahapan pemilu telah dirampungkan komisioner KPU Kota Depok sebelumnya. n Aji Hendro

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button