HeadlineINFRASTRUKTUR

Sedot Anggaran Rp 7 Miliar, Revitalisasi Lapangan Sepak Bola Pemuda Limo Dimulai

Limo | jurnaldepok.id
Rencana pembangunan stadion mini di atas lahan lapangan sepak bola Pemuda Limo akhirnya terealisasi.

Sinyal segera dibangunnya lapangan pemuda Limo menjadi stadion mini ditandai dengan pengukuran lahan yang dilakukan oleh jajaran Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) dan CV Famili selaku kontraktor pelaksana proyek.

Salah satu staf Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, Puja Sutrisna mengatakan, pembangunan stadion mini di atas lahan lapangan sepak bola Pemuda Limo bakal menyerap anggaran lebih dari Rp 7 miliar dengan masa tenggang pengerjaan mulai dari bulan Agustus hingga Desember 2023.

“Ya, hari ini dilakukan pengukuran luas lahan yang akan dibangun, dan setelah itu kontraktor pelaksana bisa langsung memulai pengerjaan pembangunan,” ujar Puja kepada Jurnal Depok, kemarin.

Sementara perwakilan CV Family selaku Kontraktor pelaksana proyek revitalisasi lapangan sepak bola Pemuda Limo, Yusuf Manulang mengatakan akan melaksanakan pekerjaan proyek stadion mini di kawasan Kampung Lebong RT 02/05, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo sesuai juklak dan juknis yang tertuang di RAB.

“Kami punya tenggang waktu hampir lima bulan untuk menyelesaikan proyek revitalisasi lapangan sepak bola Pemuda Limo, kami akan menyelesaikan pekerjaan sesuai limit waktu tersebut,” ujar Yusuf kepada Jurnal Depok, kemarin.

Terpisah, Ketua Forum Pemuda Limo (FPL) Lukman Hakim mengaku sangat menyambut baik pembangunan stadion mini diatas lapangan sepak bola Pemuda Limo seluas 1,2 hektar seraya berjanji akan ikut mengawasi proses pengerjaan proyek dari awal hingga akhir.

“Alhamdulillah akhirnya rencana pembangunan stadion mini di Limo terwujud juga, kami pasti akan ikut mengawasi proses pembangunan sarana olah raga tersebut,” ungkap Lukman.

Sementara salah satu tokoh masyarakat Limo, Jayadi berharap agar pembangunan stadion mini memenuhi standar lapangan sepak bola internasional baik ukuran lapangan maupun fasilitas lainnya.

“Ukuran lapangan harus sesuai standar internasional begitu juga dengan pengadaan fasilitas untuk penonton dan fasilitas parkir harus mumpuni, walhasil semua harus mengacu pada siteplan dan jangan melenceng dari ketentuan yang telah ditetapkan,” kata Jayadi yang diamini oleh Naumar Hadi tokoh masyarakat Kampung Lebong Limo. n Asti Ediawan

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button