BudayaHeadline

Sambut Hari Raya Idul Fitri, Warga RW 06 Pasir Putih Gelar Festival Ngaduk Dodol Massal

Laporan: Rahmat Tarmuji
Hari Raya Idul Fitri atau yang akrab disebut lebaran, bagi orang Betawi sangat identic dengan pembuatan dodol.

Dodol Betawi merupakan salah satu kuliner khas Betawi yang biasa disajikan di setiap hari lebaran.

“Kagak berasa lebaran kalau kagak ngaduk dodol,” ujar Adi Bontot, Ketua RW 06 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Kuliner ini memang terbilang istimewa karena proses pembuatannya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Dari awal proses hingga matang, jika ingin mendapatkan kualitas yang bagus bisa memakan waktu hingga 12 jam.

“Proses pembuatannya dan pasti membutuhkan banyak tenaga sehingga biayanya tinggi alias mahal. Karena hal inilah saat ini masyarakat kita sudah jarang yang ngaduk meski mau lebaran,” paparnya.

Selain pada perayaan Idul Fitri, kue yang memiliki tekstur padat dan kenyal itu sering disajikan dalam acara resepsi pernikahan.

“Kalau jaman dulu para orang tua kita suka ngaduk dodol, selain buat lebaran juga buat ngebesan Lanang, buat ngisiin Dondang,” katanya.

Dari itu, Adi bersama para pengurus lingkungan RW 06 bekerjasama dengan donatur sengaja membuat acara “Festival Ngaduk Dodol” yang diikuti oleh warga.

“Tujuannya untuk melestarikan budaya ngaduk dodol dan yang kedua berbagi kebahagiaan kepada warga menjelang Idul Fitri,” paparnya didampingi salah satu Kasie Kelurahan Pasir Putih, Komarudin.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, fesitival ngaduk dodol ini akan mendapatkan hadiah bagi kelompok yang berhasil membuat dodol dengan kualitas terbaik.

“Warga yang lainpun akan bahagia, karena dodol hasil lomba ini akan kami bagikan kepada seluruh warga di lingkungan RW 06,” pungkasnya. n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button