HeadlineRAMADHAN

Mutiara Ramadahan: Zakat Membentuk Ekonomi Islam untuk Memberantas Kemiskinan

Oleh: Dr. Endang Ahmad Yani, S.E., M.M
Ketua Baznas Kota Depok

Zakat merupakan salah satu kewajiban maliyah yang harus ditunaikan oleh setiap kaum muslimin. Kewajiban zakat yang difardhukan kepada kaum muslimin adalah dengan mengeluarkan sejumlah tertentu dari hartanya setiap tahun untuk diberikan kepada orang-orang miskin.

Penunaian zakat sendiri harus didasari rasa iman dan takwa kepada Allah SWT. Artinya, penunaian zakat dilakukan oleh muzakki semata-mata sebagai wujud ketaatan dan kepatuhannya terhadap perintah Allah SWT.

Zakat memiliki posisi dan peran yang penting dalam mempengaruhi, membentuk dan mengarahkan ekonomi Islam, hampir di seluruh konsekuensi penting, seperti memberantas kemiskinan, memastikan pemerataan kekayaan ke seluruh aspek, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan sebagai alat untuk stabilisasi siklus ekonomi dan mendorong tingkat kesejahteraan sosial.

Zakat sebagai lembaga Islam berperan dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sehingga hampir dipastikan tidak ada masyarakat yang menderita akibat tidak terpenuhinya kebutuhan dasar.

Pada dasarnya setiap manusia selalu menginginkan kehidupannya di dunia ini dalam keadaan bahagia, baik secara material maupun spiritual, individu maupun sosial. Namun, dalam praktiknya kebahagiaan multi dimensi ini sangat sulit diraih karena keterbatasan kemampuan manusia dalam memahami dan menterjemahkan keinginannya secara komprehensif, keterbatasan dalam menyeimbangkan antar aspek kehidupan, maupun keterbatasan sumber daya yang bisa digunakan untuk meraih kebahagiaan tersebut.

Ekonomi Islam dibangun atas dasar agama Islam, karenanya ia merupakan bagian tak terpisahkan (integral) dari agama Islam. Sebagai derivasi dari agama Islam, ekonomi Islam akan mengikuti agama Islam dalam berbagai aspeknya. Islam adalah sistem kehidupan (way of life), dimana Islam telah menyediakan berbagai perangkat aturan yang lengkap bagi kehidupan manusia, termasuk dalam bidang ekonomi. Maka berdasarkan inilah tujuan ekonomi Islam adalah mendapatkan falah (kesuksesan, kemuliaan atau kemenangan).

Untuk kehidupan dunia, falah mencakup tiga pengertian yaitu kelangsungan hidup, kebebasan berkeinginan serta kekuatan dan kehormatan. Sedangkan untuk tujuan akherat, falah mencakup pengertian kelangsungan hidup yang abadi, kesejahteraan abadi, kemuliaan abadi dan pengetahuan abadi. |*

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button