HeadlinePemerintahan

Diskominfo Putus 676 Jaringan Wifi di Lingkungan RW, Ternyata Ini Penyebabnya

Tapos | jurnaldepok.id
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, H Manto mengungkapkan, dengan berakhirnya program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pihaknya akan menghentikan 676 jaringan Wifi gratis di lingkungan Rukun Warga (RW) se Kota Depok.

“Dari 1.556 yang kami pasang sejak PJJ kami akan kurangi menjadi 880 titik di 2023 ini karena anggaran sudah dikurangi berkenaan dengan telah dihapusnya program PJJ,” ujar Manto kepada Jurnal Depok di sela Renja OPD Diskominfo, Senin (20/02/23).

Ia menambahkan, saat PJJ lalu masing-masing RW di Kota Depok dialokasikan sebanyak 2-3 titik wifi gratis.

“Namun untuk saat ini kami focus pada janji wali kota terkait internet gratis di satu RW satu titik wifi. Itu enggak wajib juga, kalau memang RW nya enggak butuh maka kami alihkan kepada RW yang membutuhkan. Saat ini kami terus melakukan pendataan,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, nantinya pemasangan wifi gratis akan disesuaikan dengan jumlah RW di Kota Depok yang saat ini sebanyak 928 RW.

“Namun jika di perumahan elite dan penduduknya mampu, kami tidak adakan, kami tetap focus pada lingkungan warga yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Selain berbasis RW, Manto juga mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemasangan wifi gratis di fasilitas public seperti taman bermain, alun alun, posyandu, rumah ibadah dan taman terbuka yang jumlahnya hingga saat ini mencapai 135 titik.

Sementara itu Diskominfo juga telah merumuskan beberapa isu strategis untuk tahun 2024 dalam Renja OPD.

“Dalam misi Kota Depok, terdapat dua poin yang bersinggungan langsung dengan Diskominfo. Pertama meningkatkan pembangunan infrastruktur berbasis teknologi dan berwawasan lingkungan. Kedua, meningkatkan tata kelola pemerintaan dan pelayanan publik yang modern dan partisipatif,” jelasnya.

Dikatakannya, isu yang dimaksud di antaranya, program Aplikasi Informatika, meliputi kegiatan pengelolaan nama domain yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Kemudian, kegiatan pengelolaan e-goverment di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot), seperti pengelolaan pusat data pemerintah daerah.

“Ada juga program penyelenggaraan persandian untuk pengamanan informasi, seperti penyediaan layanan keamanan informasi Pemkot dan operasionalisasi jaring komunikasi sandi Pemkot Depok,” ucapnya.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Depok, Yani Lestari menambahkan, permintaan wifi gratis di setiap RW hingga kini luar biasa. Bahkan, kata dia, di satu RW bisa ada 2-3 titik wifi.

“Sementara jumlah RW di Depok saat ini 928 dan jumlah RT 5.365. Jadi untuk wifi gratis memang harus dievaluasi, mana yang titik penggunaannya tepat dan tidak tepat. Karena infonya ada wifi yang ditaruh di pos satpam saja, jadi kurang manfaat,” tandasnya.

Dari itu, Lia meminta Diskominfo melakukan evaluasi terhadap titik-titik wifi yang dinilai kurang bermanfaat agar dipindahkan saja.

Sementara itu Wali Kota Depok, Mohammad Idris dalam sambutannya yang disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H Usman Haliyana berharap, program kegiatan di Diskominfo lebih baik lagi dan mengena kepada masyarakat.

“Banyak sekali program-program dari Diskominfo yang sudah dilaksanakan diantaranya wifi gratis di lingkungan RW dan fasilitas umum. Ada juga program Sigap, DSW maupun Call Center yang merupakan layanan pengaduan dari masyarakat,” jelasnya.

Hadir narasumber dalam kegiatan tersebut Hasyim Gautama, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kominfo, Anggota DPRD Depok, Hengky ST serta perwakilan perangkat daerah dan mitra kerja Diskominfo Depok. n Rahmat Tarmuji

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button