BudayaHeadline

Perdalam Budaya Asli Depok, Puluhan Pelajar SMPN 26 Berkunjung ke Rumah Budaya KOOD

Laporan: Rahmat Tarmuji
Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 26 Depok mengunjungi Rumah Budaya (RB) Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) di wilayah Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas.

“Kunjungan mereka ke Rumah Budaya tak lain untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan mendalami visi misi Kota Depok sebagi kota yang maju, sejahtera dan berbudaya,” ujar Ketua KOOD, H Ahmad Dahlan melalui sekretarisnya Jamaludin Marzuki, kemarin.

Ia menambahkan, para siswa belajar dan mencari tahu bagaimana budaya Kota Depok dari zaman dahulu hingga kini.

“Kebetulan di Rumah Budaya ini ada rumah panggung dan ada juga rumah gedong, kami perkenalkan itu kepada mereka,” paparnya.

Tak hanya itu, KOOD juga memperkenalkan kepada siswa perlengkapan dapur yang digunakan oleh orang tua zaman dahulu. Begitu juga dengan alat-alat pertanian, perikanan serta arsitektur dari rumah panggung, rumah gedong dan belandongan.

Lebih lanjut ia mengatakan, tujuan mereka datang ke Rumah Budaya tak lain untuk menggali budaya Kota Depok.

“Selain SMPN 26 Depok, kunjungan pernah dilakukan oleh SMP Avicenna Cinere dan SMP Muhammadiyah 1,” jelasnya.

Tak hanya itu, untuk minggu depan Rumah Budaya juga akan kedatangan kunjungan dari siswa SMP Perintis Depok.

Sebelumnya, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok dan Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) sepakat bekerja sama untuk mengembangkan pariwisata dan budaya Depok.

“Kerja sama ini tentunya menjadi salah satu strategi mempromosikan Depok dengan mengoptimalisasikan kebudayaan dan pariwisata agar dikenal semakin luas,” ujar Kepala Disporyata Depok, Dadan Rustandi.

Oleh karena itu, kata dia, kedua pihak melakukan Momeradum of Understanding (MoU) agar budaya Depok bisa terus berkembang dan dilestarikan agar menjadi daya tarik pariwisata Kota Depok.

Dadan menyebut upaya pelestarian budaya Depok salah satunya melalui rangkaian acara Milad ke-22 KOOD. Pertimbangannya, sebagian besar pesertanya adalah pemuda.

“Kami sangat bangga dan apresiasi karena KOOD menghadirkan pelaku seni budaya anak muda. Ini yang harus dilestarikan, kebudayaan yang ada di Depok harus terus bertahan. Mudah-mudahan terjalin sinergisitas yang semakin baik,” pungkasnya. n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button