HeadlineSOSIAL

Wali Kota Depok Sumbang Rp 50 Juta untuk Pembangunan Masjid di Lokasi Gempa Cianjur

Cianjur | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris melakukan monitoring pembangunan Masjid Jami’ Al-Jihad di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Monitoring dilakukan untuk melihat progres pembangunan masjid pasca rusak akibat terkena gempa bumi yang melanda Cianjur pada 21 November 2022 silam.

“Kalau kita gembira, bersyukurlah, maka saat bersyukur sumbangkan sedikit tenaga, ide, sehingga menjadi suatu kolaborasi. Begitulah hidup, dan kalau ada musibah seperti ini, maka bersabarlah, sabar bukan berarti menyerah, sabar kita evaluasi, introspeksi diri, kita punya Allah SWT, itu pesannya,” ujar Idris, di sela-sela monitoring pembangunan Masjid Jami’ Al-Jihad, Rabu (18/01/23).

Dikatakan Idris, kemarin pihaknya telah mengumpulkan sejumlah donasi untuk warga terdampak gempa di Kabupaten Cianjur, yang berasal dari masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Depok. Bantuan tersebut, imbuhnya, didistribusikan ke beberapa desa di Cianjur.

“Untuk yang ini kami berikan sekadar simbolik, kami ada titipan Rp 50 juta, kami berikan ke panitia disini. In Sya Allah, Allah SWT pastinya sedang menyaksikan kita, kumpulnya kita dalam suasana kebersamaan dan persaudaraan, kami sampaikan terima kasih dan salam dari warga Depok khususnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah Kota Depok, Imam Budi Hartono-Supian Suri melepas Tim Depok Peduli Gempa Cianjur. Tim itu nantinya akan membantu penangan para korban pasca gampa bumi.

Dimana, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengirimkan berbagai bantuan untuk membantu penangan pasca gampa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur, beberapa waktu lalu. Mulai dari bahan makanan, obat-obatan, tenaga medis, hingga kendaraan operasional.

Imam menyebutkan, bantuan yang dikirimkan berupa 384 paket Depok Sedekah Bersama (D’SabR) senilai Rp 63.900.000. Kemudian 4.032 bahan pangan, 4.181 bahan non-pangan dan 1.400 bahan medis habis pakai yang berasal donasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan nilai Rp 427.385.000.

“Sementara untuk tenaga medis yang dikirim terdiri atas satu dokter bedah, satu dokter anestesi, dua dokter umum, dan empat perawat. Kemudian, ada petugas Dinas Sosial sebanyak enam orang, PMI enam orang, dan Tagana 12 orang,” ungkapnya, Kamis (24/11/22). n Rahmat Tarmuji

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button