HeadlinePeristiwa

Edan! Anak Kandung Disandera Bapakanya, Ternyata Ini Penyebabnya

Cilodong | jurnaldepok.id
Diduga karena diceraikan oleh istrinya, seorang bapak berinisial YW menyandera anak kandungnya dengan senapan angin di rumahnya di RT 03/ 24, Cilodong, Kota Depok.

Ketua RW setempat, Sukartono mengatakan, sebelum menyandera anaknya, terduga pelaku sempat mengancam warga sekitar menggunakan senapan angin. Saat warga hendak mengamankannya, terduga pelaku masuk ke dalam rumah dan menyandera anaknya.

“Saat mau disergap langsung lari ke kamar anaknya yang disandera. Posisinya bawa sangkur diarahin ke kepala (sang anak),” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, sudah banyak warganya yang diancam oleh terduga pelaku.

“Banyak yang sudah diancam warga saya, kami kan menyelamatkan anak, menyelamatkan warga, baru lapor Binmas,” tuturnya.

Terduga pelaku hanya tinggal bersama anak perempuannya yang baru berusia tiga tahun.

“Iya berdua, sama anaknya perempuan tiga tahun anak kandung,” ucapnya.

Sekitar pukul 04:00 anak yang disandera oleh YW berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari Polres Metro Depok dan Polda Metro Jaya.

Korban berhasil diselamatkan tanpa luka, meski terus ditodong menggunakan senjata tajam jenis sangkur di bagian leher selama proses penyanderaan.

Saat ini korban dibawa ke Polres Metro Depok untuk ditangani oleh Unit Pelayanan dan Perempuan (PPA) Polres Metro Depok.

Sementara itu, N balita yang menjadi korban penyanderaan oleh YW mendapatkan pendampingan psikologi.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Annisa Handari saat ditemui di Polres Metro Depok mengatakan, DP3AP2KB Kota Depok memberikan pendampingan bagi korban anak balita perempuan yang menjadi korban penyekapan oleh bapak kandungnya sendiri di wilayah Sukamaju, Kecamatan Cilodong.

Nessi mengatakan, pihaknya akan memberikan pendampingan terhadap korban yang merupakan putri kandung dari pelaku yang menjadi korban penyekapan oleh bapak kandungnya sendiri.

“Pertama-tama kami terlebih dahulu akan mencari tahu keberadaan dari sang ibu korban ini terlebih dahulu. Karena pelaku dengan istrinya sudah pisah dan berdasarkan informasi ibu korban masih ada dan tentu akan kami cari terlebih dahulu keberadaannya,” jelasnya.

Nessi berupaya akan tetap memberikan pendampingan sampai kondisi pisikologis anak membaik.

“Sekarang sang anak ada di rumah adik dari pelaku. Akan kami upayakan untuk tidak sampai dikirim ke yayasan yatim piatu dengan menyatukan kembali dengan ibunya,” pungkasnya. n Aji Hendro

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button