HeadlinePolemik

Sampah dari Luar Pasar Kemirimuka Diduga jadi Biang Kerok Adanya Penumpukan

Beji | jurnaldepok.id
Tumpukan sampah hingga meninggi di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, diduga karena adanya sampah dari luar pasar.

Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Tengku Farida Rachmayanti mengatakan itu saat meninjau langsung kondisi sampah yang telah menggunung di Pasar Kemiri Muka, Beji.

“Iya saya menyikapi salah satu aduan warga melalui berita online, kebetulan saya daerah pemilihannya Beji, Cinere, Limo, berkaitan dengan Pasar Kemiri Muka. Bersama-sama harus terus berupaya mengatasi permasalahan sampah di Kota Depok sebagai kota penyangga, ini menjadi Pekerjaan Rumah,” ujarnya, Selasa (27/12).

Farida mengatakan, sedianya sampah yang berasal dari area pasar bisa diangkut menggunakan satu mobil truk tronton. Namun terkini, kondisi yang terjadi adalah warga di sekitar pasar juga membuang sampah di lokasi yang sama, hingga terjadi penumpukan seperti kondisi sekarang.

“Kalau sampah pasar nya hanya satu truk, nah jadi tumpukan ini datang dari sekitar lima RW yang ada di sekitar lingkungan Pasar Kemiri Muka,” katanya.

Farida berharap agar Pemerintah Kota Depok terus membimbing warganya ihwal pemilahan sampah.

“Kami berharap pemerintah terus telaten membimbing warga untuk melakukan pemilahan sampah, karena TPA Cipayung sendiri hanya bisa menampung 900 ton, sementara per hari itu sampah yang datang sekira 1.300 ton. Jadi ini tanggung jawab bersama sebenarnya baik itu pemerintah, swasta dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu Kabid kebersihan DLHK Kota Depok, Iskandar Zulkarnaen mengatakan, pihaknya rutin mengangkut sampah tersebut.

“Setiap hari ada dua truk yang mengangkut sampah menggunakan alat berat. Adanya penumpukan lagi dicari solusinya, karena kalau sampah pasar selama ini masih terkendali,” tandasnya.

Dia menduga bahwa sampah tersebut berasal dari luar kawasan pasar. Karena kawasan tesrsebut tidak diawasi 24 jam.

“Ada indikasi sampah dari luar pasar yang lebih banyak masuk karena kami tidak mengawasi 24 jam. Sekarang lagi didata sampah masuk dari mana saja, tapi upaya untuk mengurangi tumpukan sedang kami lakukkan. Hari ini (kemarin,red) ada empat armada yang mengangkut sampah,” tandasnya.

Dikatakannya, dalam pengangkutan operasi bersih kemarin menggunakan 12 truk sampah bantuan dari wilayah lain.

“Kedepan akan ada upaya pemilahan organik seperti yang sudah dilaksanakan di Pasar Cisalak dan signifikan mengurangi sampah yang diangkut ke TPA,” katanya.

Sementara itu salah satu warga mengaku jika mau membuang sampah di Pasar Kemirimuka dikenakan biaya.

“Kalau mau belanja ke Pasar saya sekalian buang sampah dan bayar Rp 2.000 kalau engak Rp 5.000,”kata salah satu warga, Herman saat ditemui di Pengadilan Negeri Depok atas sidang Tipiring karena membuang sampah tidak pada tempatnya. n Aji Hendro

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button