HeadlineSOSIAL

Peringati Sumpah Pemuda, TP PKK Tebar 1.000 Paket Bantuan untuk Warga Depok

Laporan: Rahmat Tarmuji
Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tri Tito Karnavian menyerahkan sebanyak 1.000 paket bantuan pemerintah kepada warga Depok. Penyerahan bantuan dilakukan secara serentak di tiga wilayah yaitu Kecamatan Cilodong, Cipayung, dan Sawangan.

Bantuan ini diserahkan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap 28 Oktober. Adapun sasarannya yaitu balita penanggulangan stunting sebanyak 287 paket, lansia 535 paket, ibu hamil 101 paket, dan penyandang disabilitas 77 paket.

“Memang pada 28 oktober ini kita memperingati Hari Sumpah Pemuda, yang sebetulnya dilaksanakan Sumpah Pemuda itu jauh sebelum kemerdekaan RI, jauh sebelum kita lahir. Jadi, kita mengambil semangatnya,” ujar Tri Tito Karnavian seperti dilansir berita.depok.go.id, di Aula Kecamatan Cilodong, Selasa (18/10/22).

Dirinya mengatakan, Sumpah Pemuda juga dikaitkan dengan TP-PPK yang memiliki peran penting di masyarakat. Sebab, imbuhnya, dalam Sumpah Pemuda ini ada generasi-generasi muda yang ikut mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pemuda-pemuda ini pasti lahirnya dari keluarga yang berkualitas. Mungkin kebutuhan pemuda zaman dulu dengan sekarang berbeda, mereka dulu harus sehat untuk membela negara, penyambung nyawa. Tapi anak-anak kita sekarang agar sehat dan berkualitas adalah untuk bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tapi Internasional,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Ketua TP-PKK Kota Depok, Elly Farida menyambut baik atas bantuan yang diberikan oleh TP-PKK Pusat. Penyaluran bantuan ini, imbuhnya, disambut bahagia warga.

“Kami sebagai mitra ikut membantu, menyalurkan dan mendistribusikan bantuan kepada masyarakat dengan paket-paket yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Bunda Elly, sapaannya, menyebutkan, kasus stunting di Kota Depok terus mengalami penurunan yang cukup signifikan. Melalui Program Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Kota Ramah Anak (D’Sunting Menara) kasus stunting berhasil ditekan hingga di angka 3,42 persen.

“Di mana dari tahun 2021 ke 2022, dari angka 6,32 persen, sekarang tinggal 3,42 persen. Jadi, ada penurunan setengahnya. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, diharapkan Depok Zero Stunting bisa diwujudkan di tahun 2023,” pungkasnya.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button